BOJONEGORO, – Kabar baik datang dari Kabupaten Bojonegoro. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro melaporkan persentase penduduk miskin mengalami penurunan signifikan. Kamis, 15/10/2026
Berdasarkan rilis resmi data makro ekonomi per 15 Oktober 2026, tingkat kemiskinan Bojonegoro turun 0,80 persen poin, dari semula 11,49 persen pada Maret 2025 menjadi 10,69 persen pada Maret 2026.
Capaian ini menempatkan daerah penghasil migas tersebut ke dalam jajaran lima besar percepatan penurunan kemiskinan terbaik di Provinsi Jawa Timur.
Secara kuantitas, jumlah penduduk miskin di Bojonegoro berkurang sebanyak 9,97 ribu jiwa. Total warga miskin yang pada tahun sebelumnya tercatat 144,90 ribu orang, kini turun menjadi 134,93 ribu orang.
“Menggeser angka kemiskinan yang biasanya hanya turun nol koma sekian persen memerlukan kerja keras. Capaian saat ini memberi bukti bahwa intervensi program pemerintah daerah sudah mulai terarah dan fokus pada sasaran yang tepat,” ujar Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat memberikan arahan di hadapan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pada Rabu (14/10/2026). Lalu
Meski persentase kemiskinan makro menyusut, tantangan pemenuhan kebutuhan hidup di Bojonegoro justru tercatat semakin meningkat. Kepala BPS Bojonegoro, Syawaluddin, menjelaskan bahwa nilai standar Garis Kemiskinan (GK) melonjak naik sekitar 8,4 persen.
Standar GK yang semula berada di angka Rp490.299 per kapita per bulan pada 2025, kini bergeser naik ke level Rp531.534 per kapita per bulan pada Maret 2026. Angka batas minimum pemenuhan kebutuhan dasar makanan dan non-makanan ini menjadi yang tertinggi dalam rentang komparasi data sejak 2015.
Kendati secara akumulasi jumlah jiwa penduduk miskin masih menempatkan wilayah ini di kisaran 12 besar terbanyak secara nominal se-Jawa Timur akibat faktor kepadatan populasi, posisi persentase Bojonegoro yang menyentuh 10,69 persen terhitung jauh lebih baik dibanding kabupaten sekitar. Di wilayah regional Blok Cepu dan sekitarnya, persentase kemiskinan Kabupaten Tuban masih bertengger di kisaran 14 persen.
Menanggapi hasil evaluasi periodik BPS ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus memutakhirkan data sosial terpadu. Ke depan, Pemkab mematok target optimistis untuk mendorong efektivitas berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat agar mampu menekan angka kemiskinan Bojonegoro masuk ke zona satu digit di bawah 10 persen.(Red)












