Dua Jam Dialog di Kafe Tuban, Kapolresta Jawab Tuntas Keluhan Mahasiswa soal Tambang Ilegal hingga Balap Liar Tasikmadu

admin
IMG 20261020 WA0031

TUBAN, – Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan, S.I.K. M.Tr.Opsla., menggelar dialog terbuka bersama elemen mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi mahasiswa ekstra kampus (Ormek) di Kangen Kopi, Jalan Pasar Ikan, Kecamatan Tuban, Senin (19/10/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung selama dua jam, pukul 19.00 hingga 21.30 WIB, tersebut menjadi wadah komunikasi antara kepolisian dan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, membahas persoalan di Kabupaten Tuban, serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dialog Polresta Tuban bersama mahasiswa. Hadir Ketua PC PMII Kabupaten Tuban Roviq Wahyudin, Ketua PC HMI Kabupaten Tuban Agus Siswanto, Ketua DPC GMNI Kabupaten Tuban Ain Nur Rochman, perwakilan PC IMM, serta mahasiswa dari BEM Universitas Sunan Bonang, ITB, dan Unirow.

Mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari dugaan aktivitas pertambangan ilegal, kenakalan remaja, perundungan atau bullying, pelecehan seksual, hingga balap liar dan potensi konflik antara masyarakat dengan perusahaan seiring perkembangan industri di Kabupaten Tuban.

Ketua DPC GMNI Kabupaten Tuban, Ain Nur Rochman, menyoroti dugaan maraknya aktivitas pertambangan ilegal di wilayah setempat. Ia berharap kepolisian mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, ia mendorong penanganan yang lebih intensif terhadap persoalan perundungan dan pelecehan seksual, khususnya di kalangan remaja.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa BEM Universitas Sunan Bonang, Faris, menegaskan bahwa semangat Polri bersama masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Harapan kami, jargon ‘Polisi Bersama Masyarakat’ bukan hanya sekadar slogan, tetapi benar-benar dimaknai dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Faris juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait dugaan balap liar pada malam hari di kawasan Tasikmadu, Kecamatan Palang. Ia berharap kepolisian meningkatkan perhatian terhadap persoalan tersebut demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan ketertiban lingkungan.

Persoalan lain disampaikan perwakilan PC PMII Kabupaten Tuban, Ubed yang menyoroti potensi konflik antara masyarakat dan perusahaan seiring perkembangan kawasan industri serta pembangunan infrastruktur. Menurutnya, perkembangan ekonomi daerah perlu diiringi dengan upaya pencegahan konflik dan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial dan keamanan di Kabupaten Tuban.

Ia menekankan bahwa komunikasi antara kepolisian, mahasiswa, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar berbagai persoalan dapat dibahas bersama dan dicarikan solusi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Forum dialog ini menjadi ruang untuk bertukar pikiran, menyampaikan aspirasi, serta memperkuat sinergi antara Polri dan mahasiswa,” ujar Kapolresta Tuban.

Terkait aspirasi mengenai dugaan aktivitas pertambangan ilegal, balap liar, perundungan, dan pelecehan seksual, Kapolresta menyampaikan bahwa kepolisian terus berupaya menjaga situasi kamtibmas melalui patroli pada jam-jam rawan, edukasi hukum, serta penegakan hukum secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.

Alumni Akademi Kepolisian tahun 2004 ini membuka ruang komunikasi dan diskusi bagi mahasiswa maupun masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran dan masukan secara konstruktif.

“Komunikasi yang baik sangat penting untuk membangun kepercayaan dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang ada,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin melaporkan gangguan kamtibmas. Layanan tersebut menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan yang dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” imbuhnya.

Selain membahas persoalan sosial dan keamanan, dialog tersebut juga menjadi sarana komunikasi menjelang peringatan dua tahun masa jabatan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Berdasarkan laporan kegiatan, perwakilan BEM dan organisasi mahasiswa di Kabupaten Tuban menyatakan tidak memiliki agenda kegiatan maupun aksi turun ke jalan untuk memperingati momentum tersebut.

Elemen mahasiswa juga menyampaikan komitmen untuk terus menjalin komunikasi dengan kepolisian serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Tuban.

Melalui kegiatan dialog ini, Polresta Tuban berharap mahasiswa dapat terus berperan sebagai mitra kritis dan konstruktif dalam menyampaikan aspirasi serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan sosial.(Red)

Tinggalkan Balasan