AI untuk Guru, Bupati Bojonegoro Ingatkan Adab dan Akhlak Jangan Hilang

admin
IMG 20261015 WA0008 768x449

BOJONEGORO, – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai masuk dalam pengembangan kualitas pembelajaran di Kabupaten Bojonegoro.

Di tengah kemajuan teknologi itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengingatkan peran guru tidak hanya mencetak siswa unggul akademik, tetapi juga membangun karakter, adab, dan akhlak.

Pesan itu disampaikan Setyo Wahono saat mengukuhkan Pengurus Pusat Belajar Guru (PBG) Kabupaten Bojonegoro periode 2025–2029 sekaligus membuka Pelatihan Guru Pembina Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk wilayah Bojonegoro dan Tuban.

Kegiatan bertema “AI for Smart Teaching” berlangsung di Hall Suyitno Universitas Bojonegoro (Unigoro), Rabu (14/10/2026).

Acara dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Kepala Kemenag Bojonegoro, Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Ketua LPPM Unigoro, dan jajaran pengurus PBG.

Dalam sambutannya, Setyo Wahono menegaskan profesi guru memiliki tanggung jawab besar membentuk generasi masa depan. Keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari akademik, tetapi juga perilaku dan karakter siswa.

“Guru itu bukan hanya pekerjaan, tetapi panggilan jiwa. Tanggung jawab guru tidak hanya membuat anak-anak pintar secara keilmuan, tetapi juga membentuk perilaku dan karakter mereka,” tegas Setyo Wahono.

Ia berharap PBG menjadi ruang kolaborasi pendidik untuk meningkatkan kompetensi, bertukar pengalaman, serta mengembangkan metode pembelajaran yang efektif dan relevan.

Setyo Wahono juga mengingatkan pemanfaatan AI harus tetap diimbangi penanaman karakter dan pendampingan siswa agar nilai kemanusiaan tidak tergeser.

Pelatihan guru pembina OSN menghadirkan dua narasumber. Dra. Erni Qomaria Rida, M.Pd., Kepala MTsN 1 Kota Malang, menyampaikan materi manajemen sekolah berprestasi.

Sementara Muhammad Reza Furqoni, S.Pd., membawakan materi penggunaan prompt AI untuk membantu pembuatan soal OSN. Pembekalan ini diharapkan memperluas wawasan guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pembelajaran.

Pengukuhan pengurus PBG 2025–2029 dan pelatihan guru pembina OSN menjadi upaya memperkuat kapasitas pendidik di Bojonegoro dan Tuban. PBG diharapkan tidak hanya menjadi wadah profesionalisme guru, tetapi juga mendorong inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap teknologi.(Red)

Tinggalkan Balasan