BOJONEGORO – Kabupaten Bojonegoro kembali dihadapkan pada masalah sampah yang belum terpecahkan. Tumpukan sampah di tepi jalan menjadi pemandangan yang tidak asing lagi di beberapa wilayah, termasuk di tepi jalan raya Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, dan bahkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sugihwaras yang terletak di Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras. Belum ada tindakan yang nyata, pemerintah kabupaten Bojonegoro terlihat tutup hidung dan mata. Sabtu, 14/3/2026.
Tumpukan sampah yang menggunung sudah lama tidak ada tindakan dari pihak dinas lingkungan hidup maupun pihak kecamatan setempat. Masyarakat mulai merasa tidak nyaman dengan kondisi ini dan menuntut agar dinas terkait melakukan tindakan yang nyata untuk mengatasi masalah sampah ini. Namun, hingga berita ini ditayangkan, dinas terkait belum memberikan respon yang memadai terkait keberadaan tumpukan sampah tersebut.
Tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penyakit dan pencemaran lingkungan. Masyarakat berharap agar dinas terkait dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah ini, seperti meningkatkan frekuensi pengumpulan sampah, menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini sudah lama, tapi tidak ada perubahan. Kami butuh aksi nyata, bukan hanya janji,” kata salah satu warga yang merasa frustrasi dengan kondisi ini.
Kegagalan dinas dalam mengatasi masalah sampah ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencerminkan kurangnya komitmen dan tanggung jawab pemerintah dalam menjaga lingkungan. Masyarakat berharap agar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat segera mengambil tindakan yang efektif untuk mengatasi masalah sampah ini dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. (Red)












